Wednesday, 13 May 2015

Dasar-dasar Basis Data MySQL (1)


Kali ini kita akan membuat suatu database sederhana. Sebelum melanjutkan saya ingin menyampaikan bahwa tulisan ini dibuat dengan menggunakan MySQL 5.5 , sebagian besar queri yang digunakan bersifat umum dan dapat digunakan pada sistem database lainnya.

Saat pertama kali menginstal DBMS seperti MySQL, masalah yang sering muncul adalah tampilannya yang masih command line. Meskipun ada banyak program GUI yang membantu proses pembuatan database pada MySQL, tidak ada salahnya jika kita melakukan melalui command line-nya MySQL. Selain lebih cepat dapat membantu dalam penguasaan bahasa SQL. Pertama-tama jalankan MySQL Command Line selanjutnya kode berikut :

.
CREATE DATABASE LatihanMSBD;
.
Membuat database dengan nama LatihanMSBD. Catatan : penggunaan titik koma ( ; ) pada akhir kalimat, untuk mengakhiri statement. Kita juga dapat menjalankan beberapa baris statement queri SQL pada satu perintah, contoh :

.
CREATE DATABASE LatihanMSBD;
CREATE DATABASE DBTiket;
CREATE TABLE NamaTable( … );
.
Selanjutnya, pembuatan table sederhana. Sebelumnya pilih salah satu database yang akan digunakan dengan perintah command line berikut :

.
USE Nama_Database_yang_akan_digunakan;
.
Jangan lupa untuk menuliskan titik koma ( ; ) walaupun tahap ini bisa ditulis tanpa titik koma, tapi bisa jadi kebiasaan yang baik kalau kita sering menuliskannya ;D . Jika sukses (muncul pesan database changed) ketikkan kode berikut :

.
CREATE TABLE Member(
   KodeMember INT,
   Nama VARCHAR(50)
);
.
Membuat table dengan nama Member yang berisi 2 kolom : KodeMember bertipe integer, dan Nama bertipe Varchar dengan size 50. Table diatas tanpa Primary Key atau Foreign Key.

.
CREATE TABLE JenisMember(
   KdJenisMember VARCHAR(20) NOT NULL PRIMARY KEY,
   Nama VARCHAR(50),
   Diskon DOUBLE(10,2)
);
.
Table diatas berisi tiga field / column dengan kdJenisMember sebagai Primary Key. Untuk primary key jika kita tidak menambahkan opsi Not Null secara otomatis sistem akan menambahkan perintah Not Null karena primary key tidak boleh NULL. Untuk melihat table apa saja yang sudah kita buat dapat menggunakan perintah command line berikut :

.
Show Nama_Tables;
.
Maka akan tampil seluruh table pada database yang sedang aktif pada command line. Table sudah tercipta, saat nya melakukan perubahaan pada kolom, perhatikan queri berikut :

.
ALTER TABLE Member ADD  Alamat2 VARCHAR(50); 

ALTER TABLE Member
   ADD  Alamat3 VARCHAR(50) NOT NULL, 
   ADD Alamat4 VARCHAR(50); 

ALTER TABLE Member
   ADD (Alamat VARCHAR(50) NOT NULL,  NoTelp VARCHAR(15)); 
.
Menambahkan kolom pada table Member dengan menggunakan Add (huruf besar atau kecil tidak masalah). Pembuatan 2 field/kolom dapat dipersingkat dengan tanda kurung buka dan kurung tutup.

.
ALTER TABLE Member ADD TanggalLahir DATE AFTER Nama;
.
Menambahkan kolom TanggalLahir setelah kolom Nama pada table Member. Selanjutnya :

.
ALTER TABLE Member ADD (KdJenisMember VARCHAR(20),
   FOREIGN KEY(KdJenisMember) REFERENCES JenisMember(KdJenisMember));
.
Menambahkan kolom KdJenisMember sekaligus menambahkannya sebagai Foreign Key.

.
ALTER TABLE Member MODIFY COLUMN KdJenisMember VARCHAR(25) AFTER KodeMember;
.
Mengubah kolom kdJenisMember, tipe data berubah menjadi Varchar dengan ukuran 25 (jika ukuran lama berbeda, maka akan berubah menjadi ukuran baru) dan posisi kolom berada setelah KodeMember.

.
Describe Nama_Table;
.
Perintah command line diatas untuk mengetahui field/kolom apa saja yang terdapat pada suatu table beserta informasi masing-masing kolom.

.
ALTER TABLE Member DROP NoTelp2; 
ALTER TABLE Member DROP NoTelp3, DROP NoTelp4;
.
Menghapus kolom pada table Member dengan menggunakan Drop. Masih banyak queri-queri lainnya yang akan menyusul. Akhir kata, Happy Coding! :D

- krofz

Tuesday, 21 April 2015

Memperoleh Hari sesuai Tanggal


Kali ini kita akan meminta user memasukkan tanggal, bulan, dan tahun, lalu secara otomatis program akan menampilkan hari sesuai tanggal tersebut. Yang kita perlukan adalah library <ctime> dengan menggunakan tipe data bentukan tm . Untuk itu perhatikan kode berikut :

.

#include <ctime>
#include <iostream>

using std::cout;
using std::cin;

int main()
{
    std::tm waktu = {};
    
    cout<<"Masukkan Tahun = ";
    cin>>waktu.tm_year;
    waktu.tm_year-=1900;     //perlu dikurangi karena tahun dimulai dari 1900

    cout<<"Masukkan Bulan = "; 
    cin>>waktu.tm_mon;
    waktu.tm_mon -= 1;       //indeks bulan dimulai dari 0

    cout<<"Masukkan Tanggal = "; 
    cin>>waktu.tm_mday;
    
    //mengatur nilai
    mktime( &waktu);

    cout<<"Hari pada tgl. "<<waktu.tm_mday<<"-"<<waktu.tm_mon<<"-"<< (1900+waktu.tm_year) <<" adalah "<<waktu.tm_wday;

    return 0;    
}

.

Fungsi mktime akan menyesuaikan data yang ada pada nilai-nilai variabel waktu menjadi format data yang sesuai pada sistem waktu di komputer. Misal ketika user memasukkan nilai tahun=2014 dan bulan bernilai 15, maka hasil yang diperoleh adalah tahun=2015 dan bulan=3. Karena nilai bulan telah melebihi setahun dan secara otomatis variabel tm_year bertambah satu. Yang perlu diperhatikan sebelum memproses nilai-nilai tersebut adalah bulan harus dikurang 1 karena indeks nya dimulai dari nol. Selain itu nilai tahun harus dikurang 1900, karena perhitungannya dimulai dari 1900.

Dari kodingan diatas, saat dijalankan ternyata hasil yang diperoleh berupa angka (variabel tm_wday) dimulai dari 0-6 , 0=Minggu, 1=Senin, dst. Untuk itu kita perlu membuat array konstan yang menampung nama-nama hari dalam satu minggu, perhatikan kode berikut :

  
.        
     const char * hari[] = { "Minggu", "Senin", "Selasa", "Rabu",
                             "Kamis", "Jumat", "Sabtu"};

     const char * bulan[] = { "Januari", "Februari", "Maret", "April", "Mei",
                              "Juni", "Juli", "Agustus", "September",
                              "Oktober", "November","Desember"};
     ...

     cout << "Hari pada tgl. " << waktu.tm_mday << " " << bulan[waktu.tm_mon] << " " << (1900+waktu.tm_year) << " adalah " << hari[waktu.tm_wday];
.

Selain hari, bulan dan tahun terdapat juga anggota variabel waktu lainnya seperti tm_hour, tm_min, dan tm_sec pada struktur tm. Proses perhitungan juga akan disesuaikan. Contoh saat memasukkan nilai 65 pada menit maka saat fungsi mktime dipanggil, nilai jam akan bertambah 1 jam dan menit akan dikurang 60 menit. Tentunya struktur data ini dapat membantu kita untuk pemrosesan yang berhubungan dengan waktu. Akhir kata, Happy Coding! :D

- krofz

Saturday, 4 April 2015

SDL2 : Dimulai dari Sebuah Titik (Piksel) #5


Tulisan ini merupakan lanjutan dari:

Sebuah titik saja tidak cukup, mari kita membuatnya dari garis karena hasil yang diperoleh akan lebih baik. Yang diperlukan adalah koordinat lama, kita namakan X2 dan Y2. Perhatikan kode berikut :
   
   ...
      int X2=0,Y2=0;
      for(int X1=0; X1 < Layar_Lebar; X1++){

         //Memperoleh derajat untuk Y , dimana 1 gelombang = 360 derajat
         int derajat = X1*((iPulse*360.0f)/Layar_Lebar);

         //setiap nilai X bernilai sekian derajat tergantung banyak iPulse
         int Y1 = (Layar_Tinggi/2) +
                  cos(derajat*PI/180.0)*iTinggi;

         // Jika salah satu dari dua titik berada pada dimensi layar,
         // maka selanjutnya membuat garis.
         if( ((X1 > 0 && X1 < Layar_Lebar) && (Y1 > 0 && Y1 < Layar_Tinggi)) ||
             ((X2 > 0 && X2 < Layar_Lebar) && (Y2 > 0 && Y2 < Layar_Tinggi)))
         {
            //proses drawing
            SDL_RenderDrawLine( gRenderer, X1, Y1, X2, Y2);

         }

         //Menyimpan titik terakhir pada (X2,Y2)
         X2 = X1;
         Y2 = Y1;
      }
   ...

Proses penggambaran terjadi jika X1 atau X2 lebih besar dari 0 (nol) begitu pula untuk Y1 atau Y2 > 0. Yang perlu diperhatikan adalah variabel X2 dan Y2. Karena kita melakukan inisialisasi dengan nilai 0 (nol), maka (X2,Y2) = (0,0) dan X1,Y1 berada di posisi tertentu. Sehingga hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Untuk memperbaikinya dapat mengisi nilai awal sama seperti X1 dan Y1 pada X2 dan Y2.

Fungsi SDL_RenderDrawLine( gRenderer, X1, Y1, X2, Y2), sangat mudah digunakan, parameter yang perlu diisi pun cukup jelas. Sampai disini SDL2 sudah menyediakan banyak fungsi basic untuk proses penggambaran primitif yang lebih baik dan pemanfaatan akselerasi Hardware yang lebih powerful. So, Happy Coding! .

- krofz

Thursday, 12 March 2015

SDL2 : Dimulai dari Sebuah Titik (Piksel) #4


Tulisan ini merupakan lanjutan dari:

Seperti yang kita bahas sebelumnya, kini saatnya menambahkan tinggi dan banyaknya gelombang. Tambahkan variabel iPulse dan iTinggi seperti dibawah ini :
   
   ...
    //Variabel untuk menampung event masukkan
    SDL_Event e;
    int iPulse = 5 , iTinggi = 80;

    //Loop utama kita
    while( !keluar )
    {
   ...

Selanjutnya tambahkan sedikit perintah untuk mengatur nilai variabel tersebut dengan memeriksa tombol pada keyboard, seperti kode berikut :
   
   ...
      //menangani jenis masukkan
      switch ( e.type)
      {
         case SDL_QUIT : keluar = true; break;
         case SDL_KEYDOWN:{
            switch( e.key.keysym.sym){
               case SDLK_UP: if( iPulse < 15) pulse++; break;
               case SDLK_DOWN: if( iPulse > 5) pulse--; break;
               case SDLK_w: if( iTinggi < 300) iTinggi+=10; break;
               case SDLK_s: if( iTinggi > 60) iTinggi-=10; break;
               case SDLK_ESCAPE: keluar = true; break;
               default:;
            }
         }
         default:;
      }
   ...

Selanjutnya kita masuk ke perulangan X sebelumnya, dengan perubahan seperti berikut :
   
   ...
      for(int X=0;X < Layar_Lebar;X++){
      
         // Memperoleh derajat untuk Y , 
         // dimana 1 gelombang = 360 derajat
         int derajat = X*((iPulse*360.0f)/Layar_Lebar);

         // setiap nilai X bernilai sekian derajat,
         // tergantung banyaknya iPulse
         int Y = (Layar_Tinggi/2) +
                 cos(derajat*PI/180.0)*iTinggi;

         //optimasi
         if( (X > 0 && X < Layar_Lebar) &&
             (Y > 0 && Y < Layar_Tinggi))
         {
             //proses penggambaran
             SDL_RenderDrawPoint(gRenderer, X, Y);
         }
      }
   ...

Untuk proses optimasi kita hanya menampilkan titik tersebut jika koordinat (X,Y) berada pada dimensi layar (perhatikan kondisi if). Hasil yang akan diperoleh :


Gambar 1. Gunakan tombol W,S, dan anak panah Atas dan Bawah.

Kelemahan menggambar dengan titik adalah hasil yang diperoleh dapat terlihat putus-putus (perhatikan gambar diatas). Contoh, untuk (X1,Y1) = (5,30), dilanjutkan dengan (X2,Y2) = (6,35), jarak yang diperoleh oleh Y1 dan Y2 cukup jauh sehingga terlihat putus. Untuk itu kita perlu perbaikan proses penggambaran. Pada artikel selanjutnya kita akan menggunakan garis. So, Happy Coding! .

- krofz
 

back to top

back to top